Jl. Jokoriyo, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur

Ilmu: Awal dari Ibadah yang Bernilai

Banyak orang berupaya meningkatkan amalan ibadah sunnah mereka, seperti Tahajjud (shalat malam), puasa sunnah, dan amalan-amalan lain yang dianjurkan. Tak diragukan lagi, ini adalah amalan-amalan yang mulia. Namun, para ulama Islam telah lama menekankan bahwa menuntut ilmu yang diperlukan untuk beribadah kepada Allah dengan benar harus didahulukan, karena ilmu lah yang menentukan apakah ibadah kita dilaksanakan dengan benar dan diterima.

Tanpa ilmu, seseorang mungkin beribadah dengan ketulusan hati namun tanpa disadari melakukan kesalahan dalam cara melaksanakannya. Karena alasan inilah, Imam Sufyan al-Thawri dan Imam al-Shafi'i (semoga Allah merahmati mereka) berkata:

لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ

“Tidak ada amal yang lebih mulia setelah menunaikan ibadah wajib selain menuntut ilmu.”


Keutamaan ilmu tidak berhenti sampai di situ. Manfaatnya melampaui individu, karena ilmu dapat dipraktikkan, dibagikan, dan diwariskan kepada orang lain. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibrahim al-Kannani:

لِأَنَّ نَفْعَ الْعِلْمِ يَعُمُّ صَاحِبَهُ وَالنَّاسَ وَالنَّوَافِلُ الْبَدَنِيَّةُ مَقْصُورَةٌ عَلَى صَاحِبِهَا

“Manfaat ilmu menjangkau baik pencari ilmu maupun orang lain, sedangkan amalan ibadah fisik sunnah hanya bermanfaat bagi orang yang melakukannya.”


Selain itu, ilmu berfungsi sebagai panduan yang memastikan setiap amalan ibadah dilaksanakan sesuai dengan ajaran Islam. Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait berkata:

وَلِأَنَّ الْعِلْمَ مُصَحِّحٌ لِغَيْرِهِ مِنَ الْعِبَادَاتِ، فَهِيَ تَفْتَقِرُ إِلَيْهِ وَتَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ، وَلَا يَتَوَقَّفُ هُوَ عَلَيْهَا

“Ilmu memperbaiki dan menyempurnakan semua ibadah lainnya. Ibadah bergantung pada ilmu, sedangkan ilmu itu sendiri tidak bergantung pada ibadah-ibadah tersebut.”


Bahkan setelah kematian seseorang, dampak ilmu tetap bertahan.

وَلِأَنَّ الْعِلْمَ يَبْقَى أَثَرُهُ بَعْدَ مَوْتِ صَاحِبِهِ، وَغَيْرُهُ مِنَ النَّوَافِلِ تَنْقَطِعُ بِمَوْتِ صَاحِبِهَا

“Manfaat ilmu tetap berlanjut bahkan setelah pemiliknya meninggal dunia, sedangkan banyak amalan sunnah berakhir seiring dengan kematian orang yang melakukannya.”


Ibadah sunnah tetap memiliki keutamaan yang besar, tetapi jangan sampai semangat beramal mengalahkan semangat belajar. 

Semoga kita semua senantiasa bersemangat menuntut ilmu sebagai bekal dalam setiap ibadah agar amal yang dilakukan benar, diterima Allah SWT, bermanfaat bagi sesama, dan menjadi pahala yang terus mengalir hingga akhir hayat. Aamiin..




Kontributor: Arina Sabila Qak

Seorang mahasiswa aktif program studi Manajemen Pendidikan Islam di Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri. Untuk mengenal lebih jauh tentang penulis dapat menghubungi e-mail arinasqk73@gmail.com 






Berita Lainnya


0 Comments


Tuliskan Komentar Anda di Bawah Ini?