Rintihan Bumi Pertiwi
Kulihat Ibu pertiwi sedang lara Tangisnya bagai api yang membara Tersirat kutuk mendalam merajalela Bagaimana tidak? Hunian pijakan kaki oleh manusia-manusia hina itu, telah memporak-porandakan bumi Samudera biru jadi kelabu Pohon-pohon hijau tampak semu Langit nan megah pun tampak memudar Bak malam tanpa kehadiran bintang Buana raya merintih, memelas kasih Tak ada yang mengindahkan panggilannya Bumi putra pun pekak, acuh tak acuh Apa salah bumi ini? Teganya menghuru-harakan! Hingga bumi murka, dan membumiratakan habis tak tersisa Masih tak sadarkah kau sekarang? (EN)Biografi Penulis
[caption id="attachment_931" align="aligncenter" width="300"]
Muhammad Rio Afandi[/caption]
Muhammad Rio Afandi, seorang mahaswa aktif program studi Pendidikan Agama Islam semester lima IAIN Kediri. Mahasiswa yang lahir di Lamongan ini mengaku masih sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Meski begitu tetap menyempatkan waktu untuk menulis sebuah puisi. Apabila ingin mengenal lebih jauh tentang penulis dapat follow akun instragramnya @muhammadrioafandi atau e-mail pribadinya riosouper7@gmail.com 




